jayawanproperty.com – Pemasaran yang efektif.  Yang dimaksud efektif adalah pemasaran yang terjalin melalui komunikasi mulut ke mulut.  Banyak sekali pebisnis yang berpendapat demikian. Memang benar, pemasaran dari mulut ke mulut sangat efektif dan masih merupakan metode paling efektif sepanjang masa.

Namun, pernahkah berpikir, bagaimana mereka akan melakukan promosi dari mulut ke mulut jika konsumen yang membeli produk anda tidak berkenan untuk merekomendasikan?. Makanya cara diatas tidak seratus persen benar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang bagaimana membuat orang ingin kembali membeli produk anda dan bahkan mengajak teman-temannya untuk ikut membeli. Seperti yang disampaikan oleh Ferry, pengusaha rumah makan Bebek Ganas yang beralamat di desa Sadamantra, Jalaksana Kuningan. Ia memaparkan, Pertama, manajemen yang lemah akibat dari kurangnya pengawasan. Ditambah sistem yang belum terbangun. “Jangan terlalu percaya dan menyerahkan semua pekerjaan pada manajer. Saya selalu mengawasi bagaimana kinerja karyawan dan terus menerus membangun sistem.” jelasnya.

Pernahkah berpikir, bagaimana mereka akan melakukan promosi dari mulut ke mulut jika konsumen yang membeli produk anda tidak berkenan untuk merekomendasikan?. Makanya cara diatas tidak seratus persen benar.

Foto : jayawanproperty.com

Memang benar adanya. meskipun karyawan sudah berpengalaman dan punya kemampuan yang bagus, fungsi pengawasan dan evaluasi tetap tak boleh dilupakan. Karena akan berakibat pada pelayanan yang buruk dan akan membuat bisnis cepat tenggelam. Pastikan karyawan Anda benar-benar memiliki kemampuan yang sesuai dengan tujuan usaha. Kembangkanlah sistem dan proses untuk bagaimana sebuah tugas diselesaikan, dan menciptakan pengendalian internal untuk memantau mereka. “Rencana bisnis harus dipikirkan dengan baik khususnya tentang masa depan dan juga tantangan yang akan dihadapi. Pertimbangkan kebutuhan dana, rencana pemasaran, pesaing, dan strategi penjualan secara keseluruhan.” tambah lelaki yang memilih untuk mengolah sendiri masakan yang akan disajikan ini.

Kegagalan pengusaha yang baru memulai bisnisnya lebih disebabkan oleh terlalu percaya diri dengan kemampuannya sendiri. “Saya tidak segan meminta bantuan dari orang yang sudah lebih berpengalaman atau pihak ketiga yang netral. Karena mereka bisa memberikan ide baru yang segar.” ujarnya lagi. Jadi, siapkan bisnis dengan baik agar tidak perlu mengulangi kesalahan disaat usaha sedang berjalan. Salam.

 

Oleh, Beti

@dari berbagai sumber