Promo Rumah Subsidi Pasca Lebaran 2019

Promo Rumah Subsidi Pasca Lebaran 2019

Pasca lebaran 2019, aktivitas promo perumahan subsidi tidak terhenti. Spanduk, baliho, pamflet, brosur, leaflet tentang perumahan tertentu masih terlihat di Jalan Alternatif Cibubur, berdampingan dengan spanduk dan baliho perumahan non subsidi. Bahkan di Transmart Cibubur juga. Sales marketing dengan kostum yang dibuat menarik, rajin menyapa pengunjung sambil membagikan brosur dan leaflet tentang rumah bersubsidi.

Cibubur, Cileungsi, Citeureup adalah tiga daerah yang makin bergairah dengan perumahan bersubsidi. Dan agen properti yang giat mencari pembeli dengan berpromosi secara langsung atau tidak langsung adalah Jayawan Property. Promosi langsung mereka lakukan dengan menebar sales di berbagai lokasi. Promosi tidak langsung mereka lakukan melalui website mereka Jayawanproperty.com.

Lebaran, mau menjelang atau sesudah kemeriahannya reda, tetap dijadikan Jayawan Property sebagai waktu strategis (prime time) untuk berpromosi.

Mengapa hal ini dilakukan?

Pertama, harga tanah di Cibubur dan Cileungsi masih sangat bersaing bagi para pengembang.

Kedua, aktivitas pembangunan infrastruktur seperti LRT, jalan tol Cimanggis – Cibitung membuat sektor properti makin melihat peluang keuntungan.

Ketiga, meningkatnya daya beli kaum milenial, baik yang single maupun yang sudah berkeluarga. Mereka tak ingin lagi mendiami Perumahan Mertua Indah (PMI), tak ingin lagi menyewa atau mengontrak rumah yang hanya menguntungkan pemilik rumah dan harganya yang makin mahal. Dengan rumah subsidi mereka hanya perlu membayar DP 1%  dan rumahnya akan menjadi milik sendiri, kalau disiplin membayar angsuran per bulan.

Keempat, makin banyaknya yang melirik kawasan ini sejak 10 tahun belakangan.

Sepuluh tahun lalu, kawasan Cibubur misalnya, tak dilirik orang. Orang hanya mengenalnya sebagai bumi perkemahan di mana pramuka sering berkemah atau mengadakan jambore. Kini kawasan ini menggeliat kuat dengan dibangunnya berbagai mall, hotel bintang 5, deretan ruko, hunian elite, kios-kios kuliner dan restoran ternama yang banyak dipakai orang untuk riungan (berkumpul).

Cibubur Junction, Cibubur Plaza, Mall Metropolitan, rencana mall di Kota Wisata yang saat ini sudah melewati masa land clearing, Transmart, adalah beberapa mall yang telah membuat Cibubur dan Cileungsi makin bergairah.

Perumahan elite seperti Raffles Hills, Citra Grand CBD, Bukit Golf Housing Estate, Kota Wisata, Legenda Wisata, Cibubur Country, Metland Transyogi, hanyalah beberapa hunian elite yang ada di Cibubur dan Cielungsi. Di luar perumahan elite ini, perumahan menengah ke bawah seperti Harvest, Citra Indah dan lain-lain, termasuk

Perumahan bersubsidi terus bertumbuh dan berkembang.

Perumahan-perumahan bersubsidi tersebut dibagi dalam beberapa cluster, rumahnya tak ada yang semi permanen dan dibangun dalam berbagai type arsitektur, sehingga rumah berukuran kecilpun tetap bisa menarik minat calon pembeli karena desain arsitekturnya yang unik. Tidak jarang rumah-rumah itu memiliki sampai 2 (dua) kamar, bahkan ada yang dilengkapi garasi meskipun calon pembelinya tak punya mobil. Paling tidak pengembang telah memberi harapan, bahwa suatu saat mereka akan punya mobil juga.

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch

Karena pertumbuhannya yang pesat Cibubur dan Cileungsi telah disebut sedang mengalami sunrise kedua, setelah 10 tahun belakangan ini. Pengamat properti dari Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan itu karena banyaknya properti baru yang bermunculan di Cibubur dan Cileungsi. Hotel, mall, pusat perbelanjaan, pusat kuliner dalam bentuk ruko, kios, atau bangunan tersendiri tumbuh seperti jamur

Pusat Kuliner di wilayah Cibubur sampai Cileungsi

Pizza Hut, Hokben, KFC, Ayam Goreng Ny Suharti, Pondok Kemangi, Mang Kabayan, Bale Rasa, Gajah Mungkur, Sederhana, adalah beberapa pusat kuliner yang memiliki bangunan tersendiri dengan area parkir yang luas. Kehadiran pusat-pusat kuliner ternama ini membuat Cibubur dan Cileungsi tumbuh menjadi kota tersendiri dengan andalan utama wisata kuliner.

Pertumbuhan pesat ini membuat Ali berpendapat bahwa Jalan Alternatif Cibubur sudah tak mampu lagi menanggung beban hariannya. Terbukti jam berapapun Jalan Alternatif Cibubur akan mengalami macet dan macet paling parah adalah di saat jam berangkat dan pulang sekolah atau bekerja. Harus ada Jalan Alternatif baru untuk mengimbangi pertumbuhan dan perkembangan Cibubur dan Cileungsi, katanya.

 

 

Bagikan ini