DOWNLOAD BROSUR RUMAH SUBSIDI CILEUNGSI

Properti menjadi salah satu topik hangat di sela-sela Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta. Kampanye uang muka 0 persen yang diusung salah satu pasangan calon menimbulkan diskusi yang cukup menarik.

Perumahan menjadi salah satu masalah pelik yang dihadapi warga Jakarta. Di kota yang padat penduduknya itu, sebagian besar warga menengah dan kecil belum memiliki rumah. Harga tanah yang tinggi dan keterbatasan lahan menjadi tantangannya.

Karena itu, saat pasangan calon nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengemukakan program Kredit Perumahan Rakyata (KPR) khusus dengan uang muka (DP) 0 persen, warga Jakarta, maupun di luar Jakarta, menanggapinya dengan antusias.

Hanya saja, Bank Indonesia telah menegaskan bahwa rumah tidak boleh dijual tanpa DP. Tujuannya, antara lain, untuk mencegah Non-Performing Loan alias kredit macet, yang bisa mengganggu ekonomi nasional.

Terlepas dari Pilkada, sejumlah pengembang perumahan komersial dalam promonya menawarkan uang muka 0 persen. Hal itu pun menimbulkan pertanyaan, mungkinkah DP nol persen ini diterapkan oleh pengembang dalam menyediakan rumah bagi konsumen?

Direktur Senior Ciputra Group Bing Sugiarto Chandra pun mengatakan, DP 0% yang digadangkan oleh pengembang tidak benar-benar 0%. Hal itu hanya suatu alat bagi pengembang dalam memikat konsumen agar tertarik.

“Itu gimmick ya, pada dasarnya sih biasanya dilakukan subsidi oleh pengembang, jadi DP-nya sebetulnya tetap ada cuma siapa yang mensubsidi,” katanya, seperti dikutip dari Okezone di Jakarta.

(Simak juga: Trik Beli Rumah Tanpa DP)

Trik DP 0 persen yang dilakukan oleh pengembang itu pun diakuinya tidak menyalahi aturan yang ada. Pasalnya, DP 0 persen itu tidak benar-benar menghilangkan uang muka, melainkan ‘ditalangi’ oleh si pengembang itu sendiri.

“Kan kalau tadi disubsidi oleh pengembang berarti DP-nya itu ada kan. (Jadi) bukan soal legal tidak legal, itu lebih ke marketing gimmick, strategi marketing,” pungkasnya.

Pengembang biasanya telah memiliki tabungan yang ditahan sebesar uang muka konsumen. Jadi uang muka ditanggung oleh developer sampai rumah selesai serah terima.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengingatkan aturan DP rumah sudah diatur dalam beleid Loan toko Value (LTV). Berdasarkan ketentuan BI, DP rumah minimal adalah 15%.

“Kita ada mengatur tentang LTV jadi tentu harus ada minimum DP untuk penyaluran kredit mortgage itu, kalau seandainya 0% tentu itu menyalahi dan sebaiknya jangan dilakukan karena nanti akan mendapatkan teguran dari otoritas,” tegas Agus di Gedung BI, Jumat (17/2/2017).

Di tengah kondisi ekonomi yang mulai stabil, banyak pengembang gencar memberikan promosi dan diskon besar-besaran dalam penjualan rumah.

Para pengamat mengatakan ini adalah waktu yang tepat bagi konsumen untuk berburu properti. Pasalnya, satu atau dua tahun ke depan ekonomi nasional diprediksi benar-benar stabil dan pengembang mulai mengoreksi harga.

Sumber : Rumah,com
Bagi Anda yang mencari Rumah Murah Cileungsi, Silahkan Klik :

Bagikan ini