Cirebonmedia- Bumi telah diciptakan jutaan bahkan milyaran tahun yang lalu lengkap dengan elemen-elemen pendukungnya menyimpan banyak sekali sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup manusia. Sebagian besar bumi terdiri atas perairan yang luas yang kita kenal dengan samudra (laut) serta daratan (pulau-pulau). Dalam proses  perjalanan waktu lempengan-lempengan yang menyatu sebagai daratan terpisah akibat pergeseran lempengan serta peristiwa alam seperti gempa dan gunung meletus. Pada proses tersebut terbentuklah material serta mineral yang mengeras seperti batu yang dalam perkembangannya memiliki nilai financial yang cukup menggiurkan dan hal itu banyak sekali memunculkan ide dan gagasan baru bagi masyarakat untuk mengolah batu tersebut menjadi Permata (perhiasan).

Batu permata sejatinya adalah mineral yang mengeras yang terbentuk dalam kurun waktu tertentu secara alamiah yang kita kenal sebagai proses geologi. Dalam pemetaan dunia, tidak semua daerah-daerah yang ada di dunia memiliki kandungan batu permata, dan kalau pun ada tiap daerah memiliki kandungan batu yang berbeda dengan ciri khas yang berbeda pula. Di Indonesia sendiri hanya ada 3 tempat yang daratannya memiliki kandungan batu permata yaitu Banten dengan batu Kalimaya, Lampung yang memiliki batu-batuan jenis anggur dan cempaka serta Kalimantan dengan Kecubung dan Intan.

20150103_095401Batu mulia sangat banyak ragam jenisnya dan dapat diklasifikasikan sesuai kualitasnya sebagai permata serta perhiasan, sehingga kita dapat membedakan mana batu yang berkualitas kelas satu maupun kelas terendah berdasarkan survey yang dilakukan para ahli di laboratorium. Seorang ilmuwan bernama K.E. Kinge mengelompokan batu mulia berdasar atas nilai kekerasan batu menjadi 5 kelas pada tahun 1860 dalam buku Handboek der Edelsteenkunde. Pengelompokan jenis batu mulia ini masih dipakai hingga saat ini.

Klasifikasi batu mulia dengan kualitas terbaik:

Sebuah mineral batu mulia yang memiliki kekerasan antara 8 hingga 10 dalam skala mohs. Batu mulia yang termasuk dalam permata kelas ini adalah Intan, Spinel, Ruby, Safir, dan Crisoberyl.

Batu mulia dengan kualitas kedua terbaik:

Sebuah mineral batu mulia yang mempunyai kekerasan antara 7 sampai 8 dalam skala mohs. Beberapa mineral batu yang tergolong  dalam kelas dua ini meliputi  Topaz, Tourmaline, Opal, Zirkon, dan beberapa batu yang termasuk dalam keluarga beryl seperti Aquamarine dan Zamrud.

Batu mulia dengan kualitas ketiga terbaik:

Sebuah mineral batu mulia yang memiliki kekerasan batu sekitar 7 dalam skala mohs. Batu Mulia kelas ini dan dibawahnya juga sering disebut sebagai batu mulia tanggung. Beberapa mineral batu yang termasuk dalam kategori kelas ini adalah Chrysolit, Pirus dan andalusit.

Batu mulia dengan kualitas keempat terbaik:

Sebuah mineral batu mulia yang memiliki kekerasan antara 4 sampai 7 dalam skala mohs. Beberapa jenis batu mulia yang termasuk dalam kelas ini meliputi  Amethyst, obsidian, labradorit, diopside, lapis lazuli, berbagai jenis Agate seperti chalcedony, jasper, cornelian.

Batu mulia dengan kualitas urutan ke lima atau terendah:

Sebuah mineral batu yang memiliki nilai keras bisa di atas 7 atau bahkan dibawahnya, namun cenderung memiliki warna yang jelek dan kusam, kebanyakan tidak tembus cahaya, batu kurang mengkilap dan harganya sangat murah secara kwantitas. Batu kelas ini bukan termasuk sebagai batu mulia. Contoh mineral batu yang termasuk dalam kelas ini adalah marmer, granit, batu kali, batu lahar gunung.

Begitu banyak jenis dan klasifikasinya berdasarkan kualitas hingga keanekaragamannya, batu mulia kini mulai marak digandrungi masyarakat lintas usia dengan nama populer batu akik, diperdagangkan hingga dijadikan benda koleksi pribadi. Namun mengacu pada data-data di atas, kita semakin memahami kualitas dan kwantitas sebuah batu yang mana bisa dikatakan mulia atau bukan. Seiring minat dan ketertarikan pada batu mulia yang kini menjadi fenomenal, belakangan ini banyak tempat dan daerah yang kemudian membuka tempat jual batu akik, olah batu akik hingga menyediakan jasa pembuatan ring untuk disandingkan dengan batu akik tersebut agar dapat digunakan dan terlihat menawan.

Pada masa seperti sekarang dimana batu menjadi satu fenomena tersendiri, banyak manusia melihat celah dan membangun bisnis mereka dari hal tersebut, bahkan untuk melancarkan usahanya, sebagian dari mereka mulai membentuk teori-teori mereka tentang batu agar dagangan mereka laku dan memiliki harga jual yang tinggi, ini menjadi tidak adil ketika kita harus membayar sebuah batu dengan harga tinggi namun memiliki kualitas yang rendah. Bagi pemula jika ingin membeli batu cincin, sangat disarankan mengetahui kelas-kelas batu berdasarkan survey yang telah dilakukan para ahli agar terhindar dari pedagang yang curang. Dan jika hendak membeli usahakan didampingi oleh teman atau saudara yang ahli dalam urusan batu agar lebih aman.