jayawanproperty.com- Para ilmuwan mengungkapkan bahwa saat ini kita berada satu detik di belakang dari waktu yang seharusnya, hal tersebut berarti bahwa semua jam di dunia harus disesuaikan satu detik ke depan agar sesuai dengan waktu sesungguhnya, mengikuti rotasi Bumi. Ini berpotensi mengakibatkan kekacauan Internet di seluruh dunia.

Leap Second atau Detik Kabisat adalah penyisipan satu detik ke dalam jam atom. Satu detik disisipkan dengan maksud agar standar waktu yang disiarkan kepada masyarakat umum dipertahankan supaya selalu dekat (hampir cocok) dengan nilai waktu matahari rata-rata. Detik kabisat diperlukan untuk memelihara standar waktu supaya cocok dengan kalender sipil, yang berdasarkan dengan pengamatan astronomi.

Menurut para ilmuwan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service, hal itu dilakukan untuk memastikan waktu pada jam atom tetap sesuai dengan dengan waktu rotasi bumi — yang melambat sekitar 1 per 2.000 detik tiap harinya.

Penyesuaian waktu ini berdampak terhadap banyak teknologi, mulai dari server dan jaringan, hingga laptop dan smartphone yang harus sinkronisasikan jam mereka dengan jam atom. Salah satunya pada lumpuhnya beberapa situs di AS, diantaranya Yelp, Reddit, dan bahkan jaringan Gawker. Detik kabisat terakhir terjadi pada hari Sabtu, 30 Juni 2012.

Digital clock for the event of the 30th of June 2015 when we get a extra second, illustration

Detik kabisat digunakan untuk menyinkronkan dua sistem waktu yang kita gunakan saat ini. Seperti yang telah diketahui, dunia pernah memakai dua sistem waktu yang berbeda. Yang pertama adalah sistem waktu astronomis (Greenwich Mean Time). 1 detik dalam waktu astronomis didefinisikan IAU (International Astronomical Union) pada 1960 sebagai satu per 31.556.929,9747 panjang tahun tropik 1900. Dengan sistem waktu ini maka sehari di Bumi didefinisikan sebagai panjang waktu 86.400 detik atau setara 1.440 menit atau setara 24 jam.

Sistem waktu ini diperkirakan menggunakan sistem kuno yang sudah sejak dahulu digunakan oleh kebudayaan Mesir, Babylonia, India dan Islam. Yang menggunakan waktu matahari rata-rata sebagai implikasi dari adanya perputaran bumi pada porosnya (rotasi). Karena gerak rotasi bumi tidaklah teratur dan linier secara terus-menerus. Misalnya, gerak menjauh perlahan Bulan terhadap Bumi. Sejak era penerbangan antariksa ke Bulan dimulai, disadari bahwa Bulan menjauh secepat 3,82 cm per tahun terhadap Bumi.

Gerak menjauh ini pun berdampak pada banyak hal, salah satunya adalah perubahan besar gaya tidal Bulan terhadap Bumi yang mengakibatkan rotasi Bumi melambat. Dan karena itu, setiap 100 tahun (1 Abad), rotasi bumi melambat sampai 1,4 – 1,7 milidetik. 1,4 – 1,7 milidetik bukanlah waktu yang panjang, namun dalam dunia modern yang semakin menuntut rincian serinci-rincinya, hal ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Terlebih lagi di era komputerisasi ini, hal tersebut tentunya tidak bisa ditolerir. Oleh karena itu sebenarnya secara perlahan, panjang hari matahari terus bertambah. Sehingga ukuran waktu yang dihitung dari rotasi bumi telah mengumpulkan delay jika dibandingkan dengan sistem waktu atomik. Dan disaat keterlambatan (delay) mencapai 1 detik, ditambahkanlah 1 detik itu sebagai leap second.

Sudah jadi pengetahuan umum, rotasi bumi tidak sempurna, dan ada penyimpangan dari tahun ke tahun pada tataran milidetik. Setiap beberapa tahun, penyesuaian diperlukan, berupa penambahan detik yang dilakukan pada Bulan Juni atau Desember. Yang pasti, tanggal 30 Juni 2015 akan memiliki 86.401 detik, bukan 86.400.

 

 

 

Sumber: www.iyungtux.web.id

Image By: Google.com